Selasa, 04 Februari 2020

Pemilu Online, Alternatif Minimkan Golput



Pemilihan Umum di Indonesia sudah semakin dekat, tepatnya tanggal 9 April 2014, akan dilangsungkan pesta demokrasi besar-besaran. Pada tanggal tersebut setidaknya, tak semua masyarakat Indonesia mempunyai kesempatan waktu yang sama untuk memilih para pejabat yang akan duduk di pemerintahan. Bagi Pegawai Negeri Sipil, Pegawai BUMN, dan Pegawai Perusahaan Swasta lainnya mungkin akan diliburkan. Tetapi, ini tidak bagi pedagang kecil, pengusaha, ataupun buruh. Libur sehari bagi seorang pedagang kecil akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan keluarganya.
Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih akan mubadzir jika tak dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, di dalam momen Pemilu, bagi siapa saja yang tak punya banyak waktu untuk mengunjungi TPS (Tempat Pemungutan Suara), bisa memberikan suaranya melalui media online. Keuntungan bagi mereka yaitu tetap bisa memberikan suara dengan efisiensi waktu yang tidak mengganggu pekerjaannya. Sedangkan bagi Pemerintah tingkat golput yang semakin tinggi dari tahun ke tahun dapat ditekan dengan metode tersebut.
Pemilu online akan memberikan keleluasaan bagi pedagang, pengusaha, ataupun orang yang tak punya banyak waktu dalam rangka menentukan pemimpin Indonesia lima tahun mendatang. Oleh karena itu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu haruslah memikirkan prosedur baru Pemilu online yang memiliki manfaat bagi semua pihak.

Rabu, 29 Januari 2020

Pansus Misterius di Tubuh Panwaslu


Menjelang Pemilu raya 2014 di Indonesia seakan gebyarnya telah menyebar ke seantero negeri ini. Dimana Pemilu pada tahun ini akan memilih calon legislatif dan Presiden berikut wakilnya. Logo dan spanduk banyak terpasang di jalan-jalan maupun perumahan di berbagai daerah sebagai salah satu media penarik simpati rakyat.
Seiring dengan budaya lama Pemilu di Indonesia yakni tingkat sportivitas yang kadang terlupakan daripada bakalan calon. Tentunya ini menjadi perhatian serius KPU maupun Bawaslu untuk mulai berbenah diri untuk menghindari perilaku curang selama Pemilu berlangsung. Salah satunya yakni membentuk Panitia khusus yang misterius dalam mengawasi jalannya pemilihan umum di dalam tubuh panwaslu. Perbedaan Pansus ini dengan Panwaslu umumnya terletak pada tugasnya. Kalau Panwaslu pada umumnya adalah sebuah panitia resmi yang dibentuk untuk mengawasi pemilu secara terang-terangan. Akan tetapi kalau Pansus ini mengawasi jalannya Pemilu secara misterius dalam artian sembunyi-sembunyi. Sehingga tingkat kejahatn dalam Pemilu dapat diminimkan.

Pelaku Black Campaign, Harus Dihukum


Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 juli 2014, merupakan momen penting di Indonesia dalam menentukan pemimpin Indonesia di masa depan. Seiring perjalanan hari menuju puncak demokrasi banyak relawan dari dua kubu, baik kubu Prabowo-Hatta ataupun kubu Jokowi-JK gencar melakukan kampanye untuk menarik simpati masyarakat agar mendukung pencalonannya menjadi Presiden. Bahkan tak jarang ditemukan perilakuk Black Campaign (Kampanye hitam) yang dilakukan beberapa oknum. Biasanya mereka memanfaat jejaring sosial atau web untuk mencederai calon lawan dengan menyebar isu tentang profil presiden yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Komisi Pemilihan Umum haruslah memberikan sanksi pidana bagi pelaku Black Campaign, karena perbuatan semacam ini merupakan kejahatan terhadap nama baik, yang diancam dengan hukuman pidana. Akibat yang ditimbulkan dengan perbuatan ini tidaklah kecil, hal ini tentunaya akan mempengaruhi suara rakyat kelak dalam menentukan pilihan kepada calon presiden masing-masing. Oleh karena itu, perlu penegasan pemerintah untuk menindak pelaku black Campaign.

Pancasila Yang Mulai Terlupakan


Pancasila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia, mulai kehilangan jati dirinya. Pancasila yang pada awalnya dibuat untuk dijadikan landasan sekaligus cita-cita luhur bangsa kini telah sirna termakan usia. Pancasila berasal dari dua kata yakni panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Jadi secara garis besar pancasila berarti lima dasar yang menjadi fondamen bangsa Indonesia.
            Krisis Pancasila saat ini memang tengah melanda rakyat Indonesia. Sebagian besar rakyat Indonesia khususnya para pemuda mulai meninggalkan nilai-nilai luhur pancasila. Jangankan mengamalkan nilainya, menghafal pancasila pun sebagian dari mereka tak mampu. Hal ini merupakan sebuah bukti riil bahwa tingkat kesadaran akan landasan kehidupan bernegara pemuda Indonesia telah mengalami penurunan yang signifikan. Culture manca yang telah merasuk ke negeri ini mungkin adalah salah satu faktor penyebabnya, diantara berbagai faktor lain. Pancasila sebagai salah satu dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara harusnya menjadi sebuah acuan pokok dalam setiap langkah yang membawa kemajuan bagi negeri ini, bukan malah terlupakan dan seolah itu hal yang biasa. Padahal jika kita flash back ke masa lalu bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila sangatlah berperan penting dalam mempersatukan persepsi bangsa Indonesia.
            Zaman yang semakin berubah bukanlah halangan untuk melupakan nilai-nilai yang termuat dalam pancasila. Ibarat Indonesia ini sebuah kapal, maka pancasila adalah kemudinya. Sehingga Pancasila adalah sebuah kendali bagi bangsa Indonesia dalam mengarungi perjalanan menuju tujuan atau cita-cita luhur yang ingin dicapai di masa mendatang. Jadi, sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia mulai berbenah diri untuk menghayati dan mengamalkan nilai pancasila.
           

Minyak Jarak, Pengganti BBM


Konsumsi BBM yang senantiasa menanjak dari tahun ke tahun menjadi problem utama Indonesia dalam menghadapi kelangkaan sumber daya alam. Pemerintah telah berupaya untuk mengurangi konsumsi BBM dengan menghilangkan subsidi bagi kendaraan tertentu. Selain itu pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para teknisi yang telah menyumbangkan inovasi berupa kendaraan ramah lingkungan dengan berbahan bakar listrik.
Kendaraan listrik pada mulanya menarik para investor untuk melakukan produksi. Akan tetapi setelah diadakan penelitian lebih lanjut kendaran listrik tidaklah efisien. Salah satu terobosan dalam bahan bakar pengganti yaitu minyak yang dihasilkan oleh tanaman jarak. Pada masa penjajahan Belanda tanaman jarak sangatlah dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur. Sehingga tak heran jika tanaman ini laku di pasaran. Minyak jarak pun bisa digunakan pada kendaraan lain dengan mesin yang sejenis. zOleh karena itu sudah saatnya negeri ini beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Menulis Bagi Wiraswasta


Pada bulan puasanya umumnya kita banyak melakukan istirahat daripada aktivitas. Kondisi fisik yang lemah karena dampak menahan lapar dan haus mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari menjadi salah satu penyebab kita jarang beraktivitas. Memang itu tidak salah, bukanlah istirahatnya orang puasa sama dengan melakukan ibadah. Akan tetapi orang yang terlalu banyak istirahat ketika bulan puasa akan menimbulkan sifat malas yang mengakibatkan orang tersebut tidak produktif.
Salah satu cara mengisi kegiatan pada bulan puasa yaitu dengan menulis artikel untuk dikirim ke surat kabar ataupun majalah. Orang yang berpuasa menahan lapar dan haus biasanya akan memiliki ide yang cemerlang dan positif. Tulisan yang telah dikirimkan itu diharapkan akan dibaca oleh khalayak umum sebagai tambahan pengetahuan. Bagi kita sebagai penulisnya akan mendapatkan honor yang bisa menambah pemasukkan harian. Mengingat pada bulan ini dengan kondisi fisik yang lemah, kualitas kerja yang kita lakukan tentunya akan menurun dan laba yang kita dapat pun juga berkurang bagi kita yang berprofesi sebagai wiraswasta non PNS.

Menghilangkan Budaya Jam Karet


Seringkali dijumpai pegawai atau siswa yang terlambat masuk. Kebiasaan terlambat atau istilah lainnya yaitu jam karet merupakan salah satu budaya yang tumbuh subur di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia berasumsi bahwa kebiasaan terlambat adalah hal yang kecil. Akan tetapi, dalam suatu pekerjaan keterlambatan sedikit pun akan memberikan pengaruh yang besar bagi hasil yang dihasilkan. Orang luar negeri jika berjalan akan terlihat lebih cepat bila dibandingkan masyarakat tanah air. Karean mereka berasumsi bahwa waktu adalah segalanya. Sehingga mereka sangatlah menghormati waktu.
Ada hal menarik untuk mengatasi budaya masyarakat yang sering jam karet (molor) yaitu dengan perilaku tegas dari instansi. Kebijakan pemotongan gaji atau penundaan kenaikan pangkat bagi karyawan atau pegawai, Sedangkan bagi murid yang terlambat lebih dari batas yang ditentukan akan berpengaruh pada nilai afektifnya. Dengan mayoritas umat islam tentunya Indonesia akan lebih memiliki sikap yang tepat waktu. Sesuai dengan ajaran dalam agama yang diwajibkan untuk tepat waktu dalam menjalani setiap kegiatan.